cerpen

2 Oktober 2012

BELI-MBING

Suatu siang sambil menunggu Sava pulang sekolah, ayah membeli dua jus belimbing.  Jus belimbing berwarna kuning pucat dan dikemas dalam gelas plastik transparan.  Satu jus belimbing berharga 3000 rupiah.  Satu gelas untuk berdua ayah dan bunda, sedangkan satunya untuk Sava.  Saat Sava mulai menikmati jus belimbing dan kami sudah mulai berkendara, Ayah mengajukan pertanyaan kepada Sava.  “Jus apa Sav?”  “Emmmm…Anggur Yah.”  “Anggur???” kata Ayah heran.  “Kalau anggur itu kemungkinannya berwarna ungu atau hijau Sav.” Bunda menimpali. “Coba buah apa yang warnanya kuning?”  Sava terdiam sambil tetap menikmati jus.  Ayah mencoba memberi petunjuk, “Nama asli buahnya itu mbing.  Kalau minta namanya minta-mbing.  Kalau mencuri namanya curi-mbing.  Nah kalau beli namanya?”  Kami pun tertawa berrsamaan….beli-mbingggggggggggggggggg. 😀

15 September 2012

KELUGUAN ANAK

Pada perjalanan pulang sekolah, Sava bercerita kepada Ayah dan Bundanya.  “Tadi Bu Guru memuji rambutku lo.”  Ayah dan Bunda tersenyum.  Sava adalah seorang siswa laki-laki kelas 6 SD.  Rambut Sava panjangnya sekitar 5cm dan cenderung berdiri tak teratur jika lama tak disisir.  Sava lebih sering menolak untuk potong rambut walaupun sekedar dipotong sedikit untuk merapikan model rambut.  “Dipuji bagaimana?” Tanya Bunda.  “Rambutmu bagus, model apa itu?” Ayah dan Bunda tertawa sehingga membuat Sava heran.  “Lalu, Sava jawab apa?” “Ya aku jawab ‘nggak tahu Bu’…” Terbayang wajah Sava saat mengatakan jawaban itu.  Kepalanya akan miring sedikit sambil tersenyum malu.  “Kok ketawa ? Bu Guru benar-benar bilang rambutku bagus kok.  Berarti Bu Guru juga senang dengan rambutku seperti ini.” “Mungkin maksud Bu Guru, ‘kok rambutmu gondrong? kok nggak potong rambut?” Sava tersenyum lebarrrrrrr 😀